Tim Gugus Tugas Umumkan Istilah Baru Kemenkes Soal Upaya Penanganan Covid-19

Rabu, 22 Juli 2020

TIM Gugus Tugas Covid-19 Bangkalan mengumumkan adanya istilah baru soal penetapan nomenklatur baru istilah atau bahasa baru tentang upaya penanganan Covid-19. Penetapan nomenklatur itu langsung dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia saat ini.

"Nomenklatur baru itu, berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 413 Tahun 2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19," kata Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron saat memimpin rapat kordinasi di Pendopo Agung, Rabu (22/7/2020).

Bupati mengatakan, adapun penggunaan istilah-istilah atau bahasa baru yang tertuang dalam Permenkes tersebut, akan lebih dulu disosialisasikan kepada seluruh stakeholder atau pemangku kepentingan yang terlibat dalam penanganan Covid-19. Tujuannya agar menyamakan persepsi. 

"Terdapat nomenklatur baru yang akan disesuaikan kedepannya," sebut Ra Latif.

Adapun sejumlah istilah baru yang nantinya akan digunakan oleh pemangku kepentingan tersebut antara lain yang pertama adalah istilah "Kasus Suspek". Istilah yang dimaksud "Kasus Suspek" sebut Ra Latif adalah orang yang memiliki gejala ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) dan memiliki riwayat perjalanan dari wilayah transmisi lokal.

"Kasus Suspek ini juga digunakan untuk orang yang memiliki gejala ISPA dan memiliki riwayat kontak dengan pasien positif Covid-19 serta ISPA berat yang perlu perawatan medis di rumah sakit, tapi tidak ada pemberat lainnya," terang Bupati yang juga Ketua Gugus Tugas Covid-19 Bangkalan.

Kemudian istilah "Kontak Erat" lanjut Ra Latif, yakni orang tanpa gejala yang memiliki riwayat kontak dengan pasien terkonfirmasi positif covid-19. Selanjutnya, sambung Bupati, adalah istilah "Kasus Probable". Menurutnya, dalam Nomenklatur tersebut artinya adalah suspek dengan ISPA berat atau meninggal dengan gambaran klinis yang meyakinkan covid-19 dan kemudian tidak dapatnya dilakukan pengambilan spesimen untuk pemeriksaan PCR.

"Kemudian istilah "Kasus Konfirmasi", di mana seseorang dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 yang dibuktikan dari hasil pemeriksaan laboratorium PCR. Ada yang bergejala, tidak bergejala, ada yang bergejala ringan, sedang hingga berat," pungkasnya sembari mengingatkan kepada para pemangku kepentingan untuk dapat digunakan dengan semestinya.

Dalam rapat tersebut, bupati juga menekankan kebijakan kuratif seperti penanganan kasus positif, meningkatkan dan mempercepat kesembuhan. Selain itu, menekankan pentingnya percepatan pemulihan ekonomi dampak pandemi kepada OPD terkait. (yus/igo)

Gov. Public Relations

Website Resmi Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.

ALAMAT : Jalan Soekarno Hatta No 35 Bangkalan, Kabupaten Bangkalan

TELEPON : 031-3095505

EMAIL : admin@bangkalankab.go.id

Copyright © 2019 Pemerintah Kabupaten Bangkalan | All Rights Reserved