Marak Penangkapan Ikan dengan Potas, Dinas Perikanan Galakkan Restocking Ikan

Jumat, 03 Juli 2020

PEMERINTAH Kabupaten Bangkalan melalui Dinas Perikanan akan menindak Secara tegas oknum yang meracuni sungai untuk menangkap ikan. Kepala Dinas Perikanan H. Muhammad Zaini menyatakan warga yang menangkap ikan di perairan umum atau sungai dengan menggunakan bahan kimia berbahaya dapat dikenai sanksi bahkan terancam pidana.

Menurutnya, sesuai Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 Tentang Perikanan dalam Pasal 84 menyebutkan menangkap ikan dengan bahan berbahaya diancam pidana penjara maksimal enam tahun serta denda maksimal sebesar Rp 1,2 miliar. "Undang-undang itu sudah lama lahir, tapi implementasinya masih banyak oknum yang masih menggunakan potas," ungkapnya, Jum'at (03/07/2020).

Salah satu cara yang akan dilakukan Dinas Perikanan ialah melakukan Restocking benih ikan Nila. Hal ini menurutnya, merupakan salah satu upaya penambahan stock ikan tangkapan untuk ditebarkan di perairan umum yang dianggap telah mengalami penurunan stock akibat tingkat pemanfaatan yang berlebihan.

"Selain itu kita akan memasang papan larangan atau imbauan yang melarang menangkap ikan dengan potas," terangnya. 

Lebih dari itu kata Zaini yang lebih penting ialah menanamkan kesadaran kepada masyarakat jika tidak boleh melakukan penangkapan ikan dengan potas atau bahan Kimia lainnya. "berapapun benih ikan yang kita tabur di sungai, seketika akan langsung mati kalau masih ada oknum yang menggunakan bahan kimia dan potas," pungkasnya. (eko/igo)

Gov. Public Relations

Website Resmi Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.

ALAMAT : Jalan Soekarno Hatta No 35 Bangkalan, Kabupaten Bangkalan

TELEPON : 031-3095505

EMAIL : admin@bangkalankab.go.id

Copyright © 2019 Pemerintah Kabupaten Bangkalan | All Rights Reserved