Inilah Cara Pemkab Bangkalan Kurangi Sampah

Selasa, 22 Oktober 2019

GERAKAN pungut sampah plastik dengan melibatkan masyarakat, mahasiswa, hingga anak sekolah dalam setahun terakhir terus dilakukan di Kabupaten Bangkalan.

Hal itu sebagai upaya kampanye untuk mengurangi penggunaan sampah plastik. Pasalnya, keberadaan sampah plastik berdampak serius.

Bahkan, Bupati Bangkalan R Abd Latif Amin Imron mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang Langkah-langkah Nyata Pengurangan Produksi Sampah Plastik.

SE tertanggal 5 Agustus 2019 itu ditujukan kepada Sekretaris Daerah (Sekda), Staff Ahli, Asisten Sekda, Kepala OPD, Kabag Sekda, Direksi BUMD, hingga Kepala Desa se Kabupaten Bangkalan.

Pada poin pertama, bupati mengimbau tidak menyediakan air minum dalam kemasan gelas maupun botol berbahan plastik.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangkalan Hadari mengungkapkan, seluruh aparatur diimbau membawa atau menyediakan botol minuman isi ulang yang bisa digunakan secara berulang-ulang.

"Untuk menyaji tamu, sediakan minuman kopi atau teh yang disajikan melalui cangkir atau gelas kecil yang bisa seterusnya digunakan," ungkapnya, Senin (22/10/2019).

Selain itu, lanjutnya, bupati juga mengimbau setiap ruang kerja dan ruang pelayanan di lingkungan Pemkab Bangkalan menyediakan air kemasan isi ulang secukupnya. Setiap kantor OPD sudah mampu melakukan pemilahan dengan menyediakan tiga jenis bak sampah.

"Bak berwarna hijau untuk sampah organik, bak berwarna kuning khusus sampah anorganik, dan bak sampah berwarna merah khusus sampah B3," jelasnya.

Berdasarkan laporan International Coastal Clean Up 2018 tentang hasil kajian terhadap 10 besar sampah yang dihasilkan di dunia, pampers menjadi sampah plastik dengan proses penguraian paling sulit.

Bumi membutuhkan waktu selama 450 tahun untuk mengurai sampah pampers, sampah kaleng selama 200 tahun, sampah styrofoam selama 80 tahun

Sedangkan penguraian sampah kantong plastik mencapai 10 tahun hingga 20 tahun, puntung rokok selama 5 tahun, kertas koran selama 6 minggu, dan kulit pisang membutuhkan waktu urai selama dua minggu.

Hadari mengatakan, perubahan pola pikir dan pola perilaku ASN terkait mengurangi pemanfaat barang kebutuhan berbahan plastik diharapkan menjadi motivasi bagi masyarakat.

"Sehingga dapat mengurangi produksi sampah domestik plastik secara signifikan," pungkasnya.

Selain edaran untuk ASN, Bupati Bangkalan juga menerbitkan SE serupa yang ditujukan kepada para pelaku usaha mikro, kecil, menengah, dan besar. (yus/mas)
 

Gov. Public Relations

Website Resmi Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.

ALAMAT : Jalan Soekarno Hatta No 35 Bangkalan, Kabupaten Bangkalan

TELEPON : 031-3095505

EMAIL : admin@bangkalankab.go.id

Copyright © 2019 Pemerintah Kabupaten Bangkalan | All Rights Reserved