Gelar Festival Sepakbola Usia Dini, Wabup: Pemkab Bangkalan Sangat Mendukung

Selasa, 12 Februari 2019

GELAR Festival Sepakbola Usia Dini Kelompok U-10 dan U-12 di Stadion Gelora Bangkalan (SGB) berakhir, Minggu (10/2/2019). Bocah-bocah Kabupaten Bangkalan itu mampu mengimbangi permainan tim-tim asal Surabaya dan Sidoarjo.

Di Kelompok U-10, Mitra Bangkalan mampu bercokol di urutan kedua klasemen dengan perolehan 31 poin dari 12 pertandingan, 10 menang, 1 seri, dan 1 kalah. Mitra Bangkalan hanya terpaut satu poin dari pemuncak klasemen Indonesia Soccer Academy (ISA) Sidoarjo. Dua tim ini berbagi poin di laga terakhir. Sedangkan Rungkut FC berada di urutan tiga klasemen dengan perolehan 25 poin usai menumbangkan Mandala Putra Jr asal Desa Jaddih Kecamatan Socah, Bangkalan dengan skor 2-0.

Pada Kelompok U-12, Bangkalan Soccer Academy (BSA) yang baru dibentuk setengah tahun lalu, mampu berada di urutan tiga klasemen dengan perolehan 22 poin, 7 menang, 1 seri, dan 1 kalah. BSA hanya kalah selisih kemasukan gol dari Surabaya FC yang berada di urutan kedua. Sedangkan pemuncak klasemen diraih ISA sidoarjo dengan perolehan 27 poin.

Wakil Bupati Bangkalan Mohni nampak antusias dan merasa bangga dengan prestasi yang ditorehkan tim-tim dari akademi sepakbola Bangkalan.

"Hasil pembinaan beberapa bulan ini sudah nampak melalui perang bintang di laga penutup festival," ungkap Mohni, Selasa (12/02/2019).

Kebanggaan Wabup Mohni bukan retorika semata. Sebanyak 14 anak Bangkalan masuk line up Perang Bintang U-10 dan 18 anak terpilih di line up Perang Bintang U-12. Tiga pemain Bangkalan dinobatkan sebagai pemain terbaik U-10 (M Suhur Subairi/BSA) dan top scorer U-10 (Ziadh Nabil Fahmi/Mitra Bangkalan) dengan torehan 13 gol, dan kiper terbaik U-12 (Sholihur Rabbani/Sangkah FC bangkalan).

"Ini akan menjadi database kami. Sehingga sewaktu dibutuhkan untuk perkuat tim Bangkalan, kami sudah siap," jelasnya.

Mohni lantas terngiang tim sepakbola kebanggan masyarakat Bangkalan, Perseba yang pernah berlaga di Divisi Utama pada era 1970 an. Dia memaparkan, sempat muncul Perseba dan juara di jakarta beberapa tahun lalu. Namun komposisi Tim Perseba tersebut bukanlah bermaterikan warga Bangkalan.

"Saya nonton Lapangan Cirakas Jakarta. Tapi kurang membanggakan karena bukan putera-putera daerah," paparnya.

Mohni berharap, para orang tua siswa akademi sepakbola memberikan dukungan penuh terhadap putra-putranya. Karena ini merupakan harapan di masa mendatang.

"Pemkab Bangkalan sangat mendukung dan berterima kasih para pegiat sepakbola. Persebakbolaan di Bangkalan sudah lama 'tidur'," pungkasnya.

Festival sepakbola yang digelar Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Bangkalan BSA digelar sejak 14 Januari hingga 10 Februari 2019. Pertandingan digelar setiap Minggu. Pada kelompok U-10 diikuti sebanyak tujuh tim, yakni Mandala Putra Jr (Jaddih, Kecamatan Socah), Tunas Muda (Kecamatan Klampis), Mitra Bangkalan, BSA, Rungkut FC (Surabaya), Surabaya FC, dan ISA Sidoarjo. Sedangkan pada kelompok U-12 diikuti sebanyak sepuluh tim, Palapa Arosbaya, Sangkah FC Tanjung Bumi, Dekate FC, Mandala Putra Jr, Kwanyar FC, Bina Utama, Tunas Muda, BSA, Tunas Muda, dan Surabaya FC.

Kepala Dispora Bangkalan Sa'ad Asjari mengungkapkan, pihaknya menargetkan 5 tahun hingga 10 tahun ke depan akan lahir kembali Perseba Bangkalan seperti era 1970 an.

"Event seperti ini akan berlanjut. Ini proses yang mulai nampak hasilnya. Karena berlatih saja tanpa ada kompetisi akan percuma," ungkapnya.

Sa'ad menegaskan, festival tersebut tidak sekedar ajang kompetisi sepakbola namun juga upaya menanamkan karakter terhadap anak.

"Oleh karena itu, kami pasang pesan-pesan moral. Seperti hindari pencurian umur atau merubah identitas, kami tidak mau lagi. Ajari anak disiplin dan berkarakter," tandasnya. (yus/mas)
 

Copyright @ 2018 Pemerintah Kabupaten Bangkalan | All Right Reserve