"WASPADA VIRUS CORONA , TETAP IKUTI HIMBAUAN DARI PEMERINTAH UNTUK MENCEGAH PENYEBARAN VIRUS"

Galeri

Cuaca

Pengunjung

Total Pengunjung:

Pengunjung Hari ini : 316

Pengunjung Bulan ini : 15941

Ajak Semua Pihak Perangi Kekerasan Anak dan Perempuan




KASUS kekerasan pada anak dan perempuan di Bangkalan masih tinggi. Setiap tahunnya selalu ada peningkatan, yakni sebesar 10 persen. Berdasarkan data terakhir Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBP3A), jumlah kekerasan dan pelecehan terhadap perempuan dan anak ada 26 kasus pada tahun 2019.

Rinciannya adalah kekerasan fisik (KDRT) 7 kasus, pemerkosaan pada anak 11 kasus, penelantaran pada perempuan 2 kasus, kekerasan fisik pada perempuan 3 kasus. Ada juga pemerkosaan terhadap perempuan 1 kasus, dan pencabulan pada perempuan 2 kasus.

Kepala DKBP3A Bangkalan Amina Rachmawati mengatakan alasan pertama yang mendasari banyaknya kasus kekerasan dan pelecehan pada anak dan perempuan di Bangkalan karena adanya penggunaan gadget. Dimana orang tua tidak mengontrol adanya penggunaan alat elektronik ini.

“Tiap tahun kekerasan pada anak dan perempuan ini selalu meningkat. Tidak signifikan sih, hanya sebesar 10 persen saja. Kenaikannya ini lamban,” katanya, Jum'at (15/1/2020).

Kendati demikian, menurutnya, kasus kekerasan dan pelecehan pada perempuan dan anak di Bangkalan lebih kecil dibandingkan dengan daerah lain seperti Surabaya. “Gadget sekarang sangat memiliki pengaruh pada anak. Jadi, harus ada kepedulian dari seluruh lapisan masyarakat mengenai kasus ini,” paparnya.

Sementara itu, kasus kekerasan dan pelecehan anak dan perempuan kebanyakan ada di daerah yang tidak terjangkau untuk sosialisasi. "Harus kita akui, lokasi kekerasan ada di daerah yang belum kita jangkau. Maka dari itu, mari kita sadari bahwa kekerasan pada anak dan perempuan harus kita perangi," tutupnya. (eko)

-19 Januari 2020-

Portal Aplikasi

Kalender

Alamat Kantor
bangkalankab.go.id

Jl. Soekarno Hatta No 35 Bangkalan

031-3095505

admin@bangkalankab.go.id