"WASPADA VIRUS CORONA , TETAP IKUTI HIMBAUAN DARI PEMERINTAH UNTUK MENCEGAH PENYEBARAN VIRUS"

Galeri

Cuaca

Pengunjung

Total Pengunjung:

Pengunjung Hari ini : 200

Pengunjung Bulan ini : 17455

Jatah Pupuk Dipangkas, Disperta Siasati Serapan




MENTERI Pertanian akan memangkas alokasi pupuk bersubsidi hingga 50 persen. Pengurangan jatah pupuk itu tertuang dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) 01 Tahun 2020 tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi.

Dalam Permentan tersebut, alokasi pupuk jenis Urea di Jatim tahun ini sejumlah 553.546 ton. Sedangkan di tahun sebelumnya mencapai 1.074.758 ton. Alokasi SP36 tahun ini hanya sejumlah 66.123 ton, tahun sebelumnya mencapai 155.833 ton. Untuk jenis NPK di tahun ini sejumlah 437.809 ton. Alokasi di tahun sebelumnya mencapai 590.710 ton.

Pengurangan alokasi secara signifikan terjadi pada pupuk jenis ZA dan Organik. ZA di tahun 2019 mencapai angka 508.938 ton. Tahun ini anjlok di angka 186.766 ton. Sedangkan jenis Organik menyisakan 105.350 ton dari jumlah 507.404 ton di tahun 2019.

Sementara di Bangkalan kebagian jatah Urea sebanyak 9.644 ton, SP36 sejumlah 1.488 ton, NPK 200 ton, dan Organik 252 ton untuk kebutuhan satu tahun. Tahun sebelumnya, alokasi Urea mencapai 18.764 ton, SP36 sebanyak 3.502 ton, ZA sejumlah 543 ton, NPK sejumlah 3.503 ton, dan Organik sebanyak 1.234 ton.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Bangkalan Puguh Santoso mengungkapkan, berkurangnya pupuk di Bangkalan tentunya terkait pengalokasian pupuk secara nasional di Jatim berkurang di tahun ini.

Selain itu, dijelaskan Puguh, musim penghujan yang harusnya turun di Oktober 2019 berpengaruh terhadap luas area tanam. "Karena musim penghujan mundur, serapan pupuk di Bangkalan dinilai kecil. Hal itu bisa menjadi salah satu indikator bahwa kebutuhan pupuk di Bangkalan tidak banyak karena mundurnya musim hujan," jelasnya.

Terkait potensi kelangkaan pupuk, Puguh menilai hal itu tidak harus terjadi. Ia memastikan akan menempuh langkah konkrit ketika kebutuhan pupuk meningkat di Januari 2020. Jika kebutuhan di Januari membludak atau melebihi kebiasaan, lanjut Puguh, pihaknya akan menyedot jatah pupuk di Februari. "Begitu juga seterusnya. Jika di bulan terakhir ada kekurangan, kami akan ajukan kekurangan pupuk," tandasnya. (yus)

-15 Januari 2020-

Portal Aplikasi

Kalender

Alamat Kantor
bangkalankab.go.id

Jl. Soekarno Hatta No 35 Bangkalan

031-3095505

admin@bangkalankab.go.id