"WASPADA VIRUS CORONA , TETAP IKUTI HIMBAUAN DARI PEMERINTAH UNTUK MENCEGAH PENYEBARAN VIRUS"

Galeri

Cuaca

Pengunjung

Total Pengunjung:

Pengunjung Hari ini : 312

Pengunjung Bulan ini : 15937

Atasi Kekeringan, Pj Bupati Minta Kades Sisihkan Anggaran




KEKERINGAN yang selalu dialami beberapa kecamatan di Kabupaten Bangkalan, mendapat perhatian dari pemkab setempat. Untuk mengatasinya, Pj Bupati Bangkalan I Gusti Ngurah Indra Setiabudi Ranuh meminta agar pada kepala desa menyisihkan anggarannya untuk mengatasi masalah tersebut.

Di Kabupaten Bangkalan, sedikitnya terdapat 12 kecamatan yang selalu mengalami kekeringan atau krisis air bersih saat musim kemarau. Sehingga pemerintah setempat selalu melakukan droping air untuk mengatasinya. “Kita punya dana desa, makanya kita meminta kepada kepala desa untuk menyisihkan anggaran DD (dana desa) itu buat kepentingan mencari titik air,” kata Indra, sapaan akrab Pj Bupati Bangkalan, Selasa (31/7/2018).

Caranya kata dia, desa-desa yang setiap tahun mengalami krisis air bersih mengusulkan untuk pencarian sumber mata air atau sumur pada saat musrenbang. “Kalau diusulkan di Musrenbang, pasti tahun ini akan direalisasikan. Makanya nanti saya minta kepada pak camat untuk menyisihkan anggaran DD untuk membuat sumber-sumber air,” jelasnya.

Pembuatan sumur dengan menyisihkan anggaran DD ini, lanjut Indra, merupakan solusi bagi desa-desa yang setiap musim kemarau selalu mengalami krisis air bersih. “Kalau pencarian sumber-sumber air ini berhasil, maka kita tidak akan melakukan droping air bersih setiap musim kemarau, dan itu harus diprogramkan dari desa melalui musrenbang,” terangnya.

Sebab kata dia, untuk prencanaan pembangunan dan anggaran harus melalui usulan dari desa. “Semua pembangunan di Kabupaten Bangkalan ini dimulai dari usulan dari desa, kemudian digodok oleh pemerintah kabupaten kemudian direalisasikan sesuai dengan kemampuan anggaran yang ada,” tuturnya.

Ditambahkan Indra, pemkab bangkalan akan memprioritaskan pembangunan yang diusulkan dari desa desa melalui Musrenbang. “Kalau desa sudah mengusulkan tahun ini akan di  programkan, karena mejadi prioritaskan yang kita utamakan program program pemerintah yang kita prioritaskan berasal dari desa, dan  mudah mudah apa yang kita programkan pada tahun 2018 ini yang nanati akan dilaksanakan pada tahun 2019 betul betul dirasakan oleh masyarakat,” katanya.

Sementara itu Kepala BPBD Kabupaten Bangkalan Rizal Morris menjelaskan, pada saat ini ada 25 desa yang tersebar di 12 kecamatan yang mengalami kering kritis. Ke-12 kecamatan itu antara lain;  kecamatan Konang, Kokop, Geger, Tanjung Bumi, Tanah Merah, Arosbaya Galis dan Kecamatan Kwanyar. “Droping air kita prioritaskan ke kecamatan-kecamatan yang mengalami keris kritis ini,” terangnya.

Dikatakan Rizal Morris,   saat ini pemkab Bangkalan telah menetapkan status tanggap darurat bencana kekeringan. “Diperkirakan musim kemarau ini mulai bulan Juli hingga nanti bulan September, dan kita sudah meteapkan status tanggap Darurat bencana kekeringan,” pungkasnya. (yus/mas)

 

-31 Juli 2018-

Portal Aplikasi

Kalender

Alamat Kantor
bangkalankab.go.id

Jl. Soekarno Hatta No 35 Bangkalan

031-3095505

admin@bangkalankab.go.id